Gbr 1 : Salah satu sudut kota Bangkok di daerah Pratunan Road, dekat Gedung KBRI. Instalasi kabel telepon di Bangkok cukup semrawut. Jauh lebih rapi kerjaannya PT Telkom Indonesia.
Gbr 2 : Sudut kota Bangkok dengan infrastruktur jalan layangnya yang berlapis-lapis. Kelihatan di latar depan adalah terminal MRT di daerah Pratunan Road. Foto diambil dari Lobby Hotel Bayoke Sky di Lantai 18.
Gbr 3: Candi Wat Arun di kota Bangkok, candi Buddha dengan style Kamboja andi ini terletak di pinggir sungai Chao Praya dan satu transportasi untuk menuju ke tempat itu adalah dengan menggunakan perahu.
Gbr 4 : Kios tempat membeli oleh-oleh (souvenir) di Candi Wat Arun. Tempat ini ramai dikunjungi oleh turis-turis khususnya dari Indonesia. Di sini di jual kaos-kaos, baju, tas, dompet, patung-patung, dsb. Penjualnya sudah fasih berbahasa Indonesia dan uang dalam Rupiah bisa diterima di tempat ini.
Gbr 5 : Souvenir yang dijual di kios Wat Arun. Sangat dominan dengan warna kuning emas. Warna ini sangat banyak dijumpai di Thailand khususnya di Istana Raja, candi-candi atau vihara.
Gbr 6 : Rakit penyeberangan menuju Wat Arun. Menyeberang Sungai Chao Praya ini tidak sampai 5 menit. Sengaja dibuat penyeberangan dengan rakit untuk menambha kesan eksotisme pariwisatanya saja.
Gbr 7 : Kios jualan ikan asin di kota Bangkok. Tidak ada bedanya dengan kios di Pasar Senen Jakarta atau di Pasar Sambu, Medan, cuma harganya di sini pake uang Bath....bukan Rupiha (J)
Gbr 8 : Pengemudi Tuktuk sedang memperbaiki kendaraannya yang sedang mogok. Lokasi ini berada di depan Istana Raja Thailand. Kendaraan Tuktuk (mirip Bajaj) sangat dominan di kota Bangkok
Gbr 9 : Tuktuk di kota Bangkok, sarat dengan muatan. Tuktut di Bangkok sudah meggunakan gas sebagai bahan bakarnya.
Gbr 10 : Pergantian petugas jaga (shift) di Istana Raja Thailand.
Gbr 11 : Salah satu sudut kota Bangkok, di daerah pinggiran rel kereta api.
Gbr 12 : Gambar Raja Bhumibol Adulyadej maupun Ratu Sirikit sangat banyak dijumpai di jalan-jalan protokol maupun di gedung-gedung di Thailand. Uniknya Raja yang sudah berumur 81 tahun dan Ratu Sirikit 77 tahun, foto-foto yang dipajang bisa dalam kondisi umur berapa saja (kebanyakan foto sewaktu muda) tergantung keinginan yang mau memasangnya.
Gbr 13 : Salah satu sudut kota di pantai Pattaya
Gbr 14 : Transportasi angkot di kota Pattaya
Gbr 15 : Pantai Pattaya, tidak terlalu bersih dan indah. Memang Pattaya bukan terkenal dengan pantainya tetapi terkenal dengan kehidupan malamnya. Kalau mau lihat pantai yang indah berkunjunglah ke Phuket.
Gbr 16 : Pantai Pattaya. Pantai Pattaya kurang lebih 3 jam dari kota Bangkok dengan kendaraan.
Gbr 17 : Pantai Pattaya terletak di pesisir Teluk Thailand, tenggara Bangkok di Provinsi Chonburi
Gbr 18 : Pantai Pattaya

Gbr 19 : Pantai Pattaya

Gbr 20 : Kabaret Show di Pattaya. Pemainnya adalah para “waria” yang cantik-cantik. Setiap hari ada 3 x pertujukan dan selalu penuh dengan penonton dari segala bangsa. Tiket masuk cukup mahal untuk ukuran “saya” yaitu 700 Bath atau sekitar Rp 210.000,-/orang. Pertunjukannya cukup klosal berupa operet dengan lagu-lagu dan tarian yang indah. Kostum yang wah, property yang apik, wajah yang cantik-cantik dan sexy membuat pertunjukan selama 90 menit tidak terasa.